Ramadhan dan Tarawih di Pesantren Al Husna Internasional
Marhaban Ya Ramadhan
Selamat menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan 1447 H
Al Husna Internasional: Bulan suci yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, Ramadhan, akhirnya tiba Kembali mengahmpiri kita semua. Kedatangan Ramadhan membawa sukacita besar, menjadi momen yang tepat untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk duniawi dan kembali memperbaiki hubungan diri dengan Allah SWT serta sesama manusia. Ramadhan bukan sekadar memindahkan jam makan, melainkan bulan pendidikan (tarbiyah) untuk menahan hawa nafsu, pengendalian diri, dan penyucian hati. Ayat Al-Qur’an dalam Surat Al-Baqarah ayat 183 menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Sebagaimana yang berbunyi, yang artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang beriman sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Dengan datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam disunnahkan untuk menjalankan shalat tarawih di malam hari. Di sebagian wilayah Indonesia, tak jarang ditemukan pelaksanaan tarawih dengan jumlah 20 rakaat tarawih dan 3 rakaat witir yang ada (pula) dilakukan secepat kilat. Pelaksanaan shalat tarawihpun cepat ini pun menuai pro-kontra.
Shalat Tarawih yang tidak dilakukan dengan terburu-buru (ngebut) adalah yang paling utama, karena mengutamakan thuma’ninah (tenang/diam sejenak) dan kekhusyukan. Meskipun tarawih cepat pernah ada sebagai tradisi lokal, hukumnya makruh jika menghilangkan thuma’ninah yang menyebabkan rukun shalat tidak sempurna, membuat shalat dianggap tidak sah. Tarawih yang ideal adalah yang dilakukan dengan tenang dan thuma’ninah.
Shalat tarawih yang terburu-buru juga dapat mengabaikan thuma’ninah, yaitu jeda atau ketenangan dalam setiap gerakan shalat. Thuma’ninah berarti diamnya seluruh anggota tubuh dalam satu rukun shalat sekurang-kurangnya selama bacaan tasbih (subhanallah). Menurut mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi’i, dan Hanbali, thuma’ninah adalah bagian dari rukun shalat, sehingga wajib dilakukan. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Jika engkau menunaikan shalat, maka sempurnakanlah wudhu, lalu menghadap kiblat dan mengucap takbir. Lalu bacalah ayat Al-Qur’an yang menurutmu mudah (Al-Fatihah dan surat). Lalu rukuklah hingga rukuk dengan thuma’ninah. Lantas angkatlah kepala hingga berdiri dengan tegak. Lalu sujudlah hingga sujud dengan thuma’ninah. Lalu bangkitlah hingga duduk dengan thuma’ninah. Lalu sujud kembali hingga sujud dengan thuma’ninah. Kemudian, lakukanlah semua itu dalam seluruh shalatmu.” (HR Al-Bukhari, No. 6251)
Agar shalat tarawih lebih bernilai, sebaiknya dilakukan dengan tartil dan thuma’ninah. Sebagaimana namanya, tarawih berarti istirahat atau ketenangan, sehingga seyogianya dilakukan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan. Rasulullah SAW bahkan bersabda kepada Bilal bin Rabah:
“Wahai Bilal, istirahatkanlah kami dengan shalat!” (HR Ahmad)
Dengan menjaga kualitas bacaan, gerakan, serta kekhusyukan dalam shalat tarawih, umat Islam dapat meraih manfaat dan keberkahan bulan Ramadhan dengan lebih sempurna.
Di Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, disetiap tahunnya saat bulan Ramadhan tiba, para santri antusias mengikuti kegiatan Ramdhan, termasuk jamaah sholat Tarawih dan para santri sudah terbiasa melaksanakan shalat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat, dengan tidak grusa-grusu yang pelaksaaan shalat berjamaahnya dilaksanakan dengan pelan-pelan. Salah satu yang menjadi imam shalat membacakan ayat-ayat dari surat-surat Al Qur’an yang panjang dan pelan, bahkan pada setiap malam shalat tarawih dibacakannya satu juz. Pun demikian para santri mampu mengikuti dengan tekun. Tak hanya dalam bacaan, gerakan shalat pun dilaksanakan dengan tidak tergesa-gesa, misalnya rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya.
Tak hanya Ramadhan, pelaksaaan shalat sehari-hari, para santri sudah dibiasakan tertib, baik shalat fardlu berjamaah, maupun shalat sunnah, misalnya pagi hari sholat dhuha, maupun sholat fajar, shalat tahajud, shalat hajat walau hanya dua rakaat, para santri dibiasakan tertib.
Khusus selama Ramadhan, kegiatan para santri memang bertambah. Selain tugas rutin menghafal Al Qur’an para santri juga mengikuti kegiatan tambahan. Sudah tentu mereka sudah berlatih dan dibiasakan untuk berpuasa dimasa usia anak-anak dan remaa ini.
Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai ajang perbaikan diri. Manfaatkan waktu dengan memperbanyak bacaan Al Qur’an, mempererat tali silaturahmi, berbagi kepada sesama, dan menjaga lisan dari perbuatan yang sia-sia.
Selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H. Semoga kita diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan ibadah dengan penuh keikhlasan. Marhaban ya Ramadhan!
————————————————————————–
===============================
////////////
Informasi Penerimaan Santri Baru T.P. 2026-2027 :
SMAIQ SMAIQ KLIK DISINI
SMPIQ SMPIQ KLIK DISINI
SD IT Tahfidz SDIT Tahfidz KLIK DISINI
SD IT Reguler SDIT Reguler KLIK DISINI
KB IT – TK IT KB-TK KLIK DISINI
////////////
Al Husna Mayong, mengelola :
KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.
////////////
Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 224001000848561
🏦 Bank Negara Indonesia (BNI)
🏧 1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA
Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 Rek. No. 2240-01-006409-53-5
🏢 a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552
////////////
Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id
////////////
———————————————————

0 comments