Alhamdulillah, Momen Penuh Makna : Pemberangkatan Jamaah Umroh Al Husna Mabrur
Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Aula Pesantren Al Husna Internasional Mayong Jep[ara pada malam Ahad. Hari itu menjadi momen bersejarah bagi para jamaah umrah Al Husna Mabrur, yang secara resmi dilepas untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Acara semakin istimewa dengan kehadiran ulama, keluarga para jamaah, para santri serta para asatiz serta pengasuh pesantren. Kehadirannya memberikan nuansa tersendiri, menghadirkan kesejukan dan motivasi rohani bagi seluruh jamaah dan hadirin.
Dalam sambutannya, “Umrah merupakan perjalanan hati sebelum menjadi perjalanan jasmani. Setiap langkah menuju Baitullah hendaknya disertai dengan keikhlasan, kesabaran, dan rasa syukur. Di sana, Allah tidak hanya menilai gerak fisik kita, tetapi juga ketulusan niat,” ujarnya penuh kelembutan.
Pemberangkatan jamaah umrah ini diharapkan menjadi perjalanan suci yang tidak hanya bermakna ritual, tetapi juga memperdalam keimanan serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pengasuh pondok turut mendoakan agar seluruh jamaah diberi kelancaran, kesehatan, dan keberkahan sepanjang perjalanan hingga kembali ke tanah air dengan membawa umrah yang maqbul dan mabrur.
Acara diakhiri dengan doa keselamatan dan pelepasan resmi, diiringi lantunan sholawat dan takbir, menandai langkah awal perjalanan penuh berkah menuju Tanah Suci.
Pergi menuju ke tanah suci untuk melakukan ibadah baik haji maupun umroh adalah impian bagi seluruh umat muslim. Namun, dibalik itu banyak sekali persiapan yang harus dilakukan secara matang. Baik secara finansial maupun hal lainnya. Sebelum melakukan ibadah ini, para jamaah wajib mengetahui tata cara dan rukun umroh agar menjadi ibadah yang sempurna.
Apabila kita melaksanakan ibadah umroh berarti kita sudah mengetahui cara dan rukun umroh. Pasalnya sebagai jamaah umroh kita harus mengetahuinya sebelum melaksanakannya, diantaranya adalah:
Menuju Miqat
Minat adalah ketentuan waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melaksanakan ibadah umroh. Maka, para jamaah bersama-sama menuju Miqat untuk memulai ihram dan berniat umroh.
Memakai Pakaian Ihram
Tata cara umroh yang selanjutnya adalah memakai pakaian ihram. Terdapat sedikit perbedaan pakaian ihram laki-laki dan perempuan, yaitu dua helai kain putih bagi laki-laki. Namun, bagi perempuan lebih bersifat sederhana, yakni menggunakan pakaian yang sopan dan tidak menggunakan perhiasan serta tidak menyerupai laki-laki.
Ihram
Menurut buku Petunjuk Praktis Manasik Haji dan Umrah karya Abu Abdillah kalimat yang dilanjutkan adalah:
لَبَّيْكَ عُمْرَةً
“Aku penuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umroh”
Mengucapkan Talbiyah hingga Melihat Ka’bah
Setelah melakukan Ihram dengan mengucap “لَبَّيْكَ عُمْرَةً,” para jamaah diwajibkan untuk membaca talbiyah yang berbunyi:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ
“Ya Allah, aku memenuhi panggilan-Mu, Ya Allah aku memenuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, sesungguhnya pujian dan kenikmatan hanya milik-Mu, dan kerajaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu,”
Terdapat sedikit perbedaan ketika melaksankaan kegiatan ini, yaitu bagi laki-laki dianjurkan untuk meninggikan suara. Namun, bagi perempuan dianjurkan untuk melirihkannya.
Memasuki Masjidil Haram
Terdapat sunnah sebelum memasuki Masjidil Haram yaitu dianjurkan untuk mandi dan masuk dengan kaki kanan seraya mengucapkan doa:
أَعُوْذُ بِاللهِ العَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ. أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ذُنُوْبِي وَافْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
“Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Besar, kepada Dzat-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada kerajaan-Nya Yang Sedia dari setan yang terlontar. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah. Hai Tuhanku, berilah shalawat dan sejahtera atas Sayyidina Muhammad dan atas keluarga Sayyidina Muhammad. Hai Tuhanku, ampuni untukku segala dosaku. Buka lah bagiku segala pintu rahmat-Mu.”
Menuju Ka’bah dan Tawaf Sebanyak Tujuh Kali
Setelah memasuki Masjidil Haram maka selanjutnya adalah menuju Hajar Aswad seraya mengucapkan “Allahuakbar” atau “Bismillahiallahuakbar”. Kemudian mengusap dengan tangan kanan serta menciumnya pada setiap putaran. Apabila tidak mampu maka cukup mengusap dan mencium tangan yang menyentuh Hajar Aswad. Jika masih tidak memungkinkan, maka cukup mengisyaratkan dengan tangan tanpa menciumnya.
Tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad. Pada tiga putaran pertama disunahkan untuk berlari-lari kecil. Sedangkan di empat putaran terakhir jalan biasa. Kemudian jamaah disunahkan untuk shalat sunah tawaf dua rakaat yang bertempat di belakang makam Ibrahim lalu meminum air zamzam dan menyiram ke kepala.
Sa’i
Sa’i merupakan kegiatan lari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh putaran. Setelah mendekati bukit tersebut, maka jamaah disunahkan untuk membaca surah Al-Baqarah ayat 158.
Kemudian di Bukit Shafa, jamaah dianjurkan untuk menghadap Ka’bah dan membaca doa berikut ini:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah segala kerajaan dan segala pujian untuk-Nya. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada sesembahan yang berhak disembah kecuali hanya Allah semata. Dialah yang telah melaksanakan janji-Nya, menolong hamba-Nya dan mengalahkan tentara sekutu dengan sendirian,”
Tahallul
Tata cara umroh yang terakhir adalah tahallul atau memotong rambut. Bagi laki-laki diwajibkan untuk memotong seluruh rambut. Namun, bagi perempuan hanya sepanjang ruas jari. Hal ini dilaksanakan setelah melaksanakan Sa’i.
Umroh merupakan suatu kegiatan atau ibadah yang bertujuan untuk menyempurnakan agama. Tata cara umroh dilakukan secara berurutan. Apabila terdapat salah satu dari tata cara di atas yang tidak terpenuhi, maka tidak dianggap sah. Namun, kita berharap seluruh jamaah melaksanakan seluruh rangkaian umroh secara sempurna, sehingga menjadi umroh yang mabruroh, menjadi suatu amal ibadah yang diterima oleh Allah SWT.
——————————————————-
===============================
////////////
Al Husna Mayong, mengelola :
KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.
////////////
Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 224001000848561
🏦 Bank Negara Indonesia (BNI)
🏧 1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA
Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 Rek. No. 2240-01-006409-53-5
🏢 a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552
////////////
Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id
////////////
———————————————————

0 comments