05
Jan

Kisah Rasulullah dan pengemis buta

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat-sahabat yang dirahmati Allah! Hari ini, kita akan membahas tentang salah satu kisah inspiratif dari Nabi Muhammad SAW yang sangat patut kita contoh.

Kisah ini tentang seorang pengemis buta Yahudi yang setiap hari menghina dan mencaci Nabi Muhammad SAW dengan kata-kata yang sangat menyakitkan. Tapi, apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW? Beliau ….

Kisah ini akan membuat kita terharu dan terinspirasi oleh akhlak Nabi Muhammad SAW yang sangat mulia. Beliau menunjukkan bahwa kebaikan dan kesabaran adalah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah, serta bahwa setiap tindakan baik yang kita lakukan, meskipun terhadap orang yang tidak baik kepada kita, dapat membawa perubahan besar.

Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang tidak hanya dikenal sebagai orang mulia tetapi juga dianggap sebagai teladan yang patut diikuti oleh seluruh umat manusia. Sifat-sifat mulia yang dimilik beliau menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama dalam berhubungan dengan sesama.

Dikutip dari buku Jubah Kanjeng Nabi: Kisah Menakjubkan Para Ulama yang Berjumpa Nabi karya A. Yusrianto Elga dan Nor Fadhilah, diceritakan bahwa di sudut pasar Madinah, terdapat seorang pengemis buta Yahudi yang setiap hari menghina Nabi Muhammad SAW.

Dikisahkan suatu hari di sudut pasar Madinah, ada pengemis buta Yahudi yang setiap hari mencaci maki Nabi Muhammad SAW, menyebutnya pembohong dan tukang sihir, serta menjelek-jelekkan beliau dengan kata-kata yang tidak pantas kepada orang-orang yang lewat.

“Hai, Muhammad! Kamu adalah seorang pembohong dan tukang sihir!” kata pengemis itu dengan nada yang kasar.

Nabi Muhammad SAW mengetahui hal ini, namun, apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW? Beliau tidak marah atau merasa tersinggung. Bahkan Be;iau menghampiri dan membantunya, singkat cerita Beliau setiap pagi datang membawa makanan dan menyuapi pengemis itu dengan penuh kasih sayang, bahkan menghaluskankan makanannya tanpa pernah marah atau membalas caci maki.

Setiap pagi, Rasulullah SAW datang ke tempat pengemis itu dan menyuapi beliau dengan makanan yang lezat. Pengemis itu tidak tahu bahwa yang menyuapinya adalah Nabi Muhammad SAW sendiri. Dia hanya tahu bahwa ada seseorang yang selalu datang dan menyuapinya dengan baik.

Suatu hari, Setelah Nabi wafat, Abu Bakar Ash-Shiddiq bertanya kepada Aisyah tentang sunah Nabi yang belum ia kerjakan. Aisyah memberitahukan tentang pengemis buta itu. Kemudian  Abu Bakar RA menggantikan beliau dan menyuapi pengemis itu. Abu Bakar RA pun datang ke tempat pengemis itu dan menyuapi beliau dengan makanan yang sama lezat.

Tapi, pengemis itu tidak puas dengan makanan yang disuapi oleh Abu Bakar RA. Dia bertanya, “Siapakah engkau? Engkau bukan orang yang biasa menyuapiku.”

Abu Bakar RA menjawab, “Aku adalah orang yang biasa.”

Pengemis itu tidak percaya. Dia berkata, “Bukan. Pasti engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Apabila ia datang, tak usah tangan ini memegang dan tak usah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menghaluskan makanan tersebut terlebih dahulu, kemudian memberikannya padaku.”

Kata-kata si pengemis itu membuat Abu Bakar RA menangis. Beliau pun akhirnya memberitahukan bahwa orang yang biasa menyuapi pengemis tersebut adalah Rasulullah SAW.

Ketika mendengar hal itu, pengemis buta tersebut terkejut dan merasa sangat menyesal. Dia baru menyadari bahwa selama ini dia telah menghina dan memfitnah seorang yang sangat mulia, yang tidak pernah membalas keburukannya, bahkan selalu berbuat baik setiap hari.

“Aku sangat menyesal! Aku tidak tahu bahwa orang yang menyuapiku adalah Rasulullah SAW!” kata pengemis itu dengan suara yang bergetar.

Abu Bakar RA pun berkata, “Jangan khawatir, Allah masih memberikan kamu kesempatan untuk bertaubat.

Pengemis itu pun mengucapkan syahadat dan memeluk Islam. Dia menjadi saksi betapa mulianya akhlak Nabi Muhammad SAW.

Kebaikan Nabi Muhammad SAW kepada seorang pengemis buta yang beragama Yahudi adalah salah satu contoh nyata bagaimana Rasulullah SAW selalu menjunjung tinggi akhlak yang baik dan kesabaran dalam berinteraksi dengan orang lain, bahkan terhadap mereka yang pernah menyakitinya.

Kebaikan hati Nabi Muhammad SAW bisa menjadi pelajaran penting dalam hidup kita untuk selalu berbuat baik kepada orang lain, meskipun mereka tidak pernah memperlakukan kita dengan baik. Semoga kita dapat mencontoh Nabi Muhammad SAW dan menjadi salah satu orang yang terbaik di sisi Allah. Amin.

 

 

 

 

===============================

////////////

Informasi Penerimaan Santri Baru T.P. 2025-2026 :

SMAIQ SMAIQ KLIK DISINI

SMPIQ SMPIQ KLIK DISINI

SD IT Tahfidz SDIT Tahfidz KLIK DISINI

SD IT Reguler SDIT Tahfidz KLIK DISINI

KB IT – TK IT SDIT Tahfidz KLIK DISINI

////////////

Al Husna Mayong, mengelola :

KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.

////////////

Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
224001000848561
Bank Negara Indonesia (BNI)
1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA

Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
Bank Rakyat Indonesia (BRI)
Rek. No. 2240-01-006409-53-5
a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552

////////////

Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id

////////////

———————————————————