MUHARRAM: BERHIJRAH MENJADI LEBIH BAIK

Tanggal 1 Muharram menandai awal tahun baru Islam dalam kalander Hijriah. Penetapan ini berkaitan dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M, yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa ini mengajarkan tentang perjuangan, pengorbanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Dalam sejarah Islam, hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah bukan sekadar migrasi geografis, melainkan perubahan sistematis yaitu dari penindasan menuju kebebasan, dari minoritas menuju komunitas, dari individu menuju institusi.
Hijrah bukan hanya berpindah dari suatu hal yang buruk menuju hal yang baik, namun lebih dari itu. Seperti di zaman modern dan ber-Artificial Intelligenci ini, hijrah juga berarti menapaki etika modern dan etika digital. Bukan hanya “berhenti dari maksiat”, tapi juga berhijrah dari toxic content, dari kecanduan validasi sosial, dari pencitraan palsu ke identitas sejati.
Rasulullah SAW bersabda: “Al-muhajir man hajara ma nahallahu ‘anhu.” “Orang yang berhijrah adalah yang meninggalkan apa yang Allah larang.” (HR. Bukhari). Termasuk juga, hijrah dari malas menjadi rajin, hijrah dari cuek menjadi peduli, hijrah dari tidak etis menjadi beretika, hijrah dari kebencian menjadi empati, hijrah dari kebohongan menjadi transparansi, hijrah dari kemalasan menjadi kesemangatan, hijrah dari logika individualistik menjadi ukhuwah insaniyah, ijrah dari main AI menjadi beredukasi lewat AI.
Tahun baru Hijriyah mengingatkan kita pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Tapi hijrah bukan hanya soal pindah tempat. Hijrah adalah perubahan sikap, perubahan arah, perubahan cara pandang. Maka, sudah saatnya kita berhijrah dari kebiasaan lama yang penuh ketidakpastian, menuju sistem yang lebih tertata dan bisa dipertanggungjawabkan secara syariat dan ilmu pengetahuan.
Kalender Hijriah secara resmi belum dimulai pada zaman Rasulullah SAW. Kalender ini hanya dimulai pada zaman Khalifah Ar-Rasyidin kedua yaitu Umar al-Faruq R.A. Ada beberapa saran dari para sahabat untuk penetapan tanggal bagi Madinah ketika itu, ada yang mengusulkan tahun Islam dimulai ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW., ada yang mengusulkan awal tanggal Islam ditetapkan pada hari Rasulullah diangkat sebagai nabi dan rasul tetapi pandangan yang menyarankan awal tanggal Islam pada tanggal hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari dari Mekkah ke Madinah.
Penetapan ini adalah untuk mengenang, betapa pentingnya tanggal hijrah yang menjadi perubahan paradigma dalam sejarah agama Islam, yang mana pertama kali dalam sejarah Islam seorang nabi dan rasul membentuk pemerintah dengan segala kesulitan dan berhasil membuat hubungan diplomatik dengan beberapa negara, serta menyampaikan dakwah Islam secara global sehingga Islam kita di sayang Allah dan tersebar luas ke seluruh dunia.
Muharram termasuk dalam empat bulan suci dalam Islam (Asyhurul Hurum), bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Dalam bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk menjauhi perbuatan dosa dan memperbanyak amal saleh. Larangan berperang dan berbuat maksiat menjadi tanda bahwa bulan ini penuh kedamaian dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Awal tahun adalah saat yang ideal untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri). Kita bisa mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun ke belakang dan merancang niat serta resolusi kebaikan untuk satu tahun ke depan. Ini adalah momen yang tepat untuk hijrah spiritual, memperbaiki hubungan dengan Allah, sesama, dan diri sendiri.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan berpuasa di bulan Muharram, khususnya pada hari Asyura (10 Muharram). Beliau bersabda bahwa puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Ini menunjukkan betapa besar keutamaan puasa di bulan yang mulia ini.
Di bulan Muharram, setiap amal saleh akan dilipatgandakan pahalanya. Maka, perbanyaklah membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, menyantuni anak yatim, dan mempererat silaturahmi. Ini adalah ladang pahala yang terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin mendapat keberkahan.
Hari Asyura juga dikenal karena berbagai peristiwa penting yang dialami oleh para nabi, seperti, Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan, Nabi Nuh selamat dari banjir besar, Nabi Musa menyelamatkan kaumnya dari kejaran Fir’aun yang akhirnya ditenggelamkan, Nabi Sulaiman menduduki singgasana kerajaan, Nabi Isa dilahirkan dan diangkat ke langit.
Muharram juga dikenal sebagai bulan pengampunan, di mana Allah SWT membuka pintu taubat selebar-lebarnya. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk memperbaiki kesalahan, memohon ampunan, dan memperkuat tekad untuk istiqamah di jalan kebaikan.
Tahun Baru Islam bukan hanya sekadar pergantian kalender, tetapi momentum spiritual untuk hijrah, berpindah dari kegelapan menuju cahaya, dari kesalahan menuju perbaikan. Semoga di 1 Muharram 1447 H ini, kita semua diberi kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa, produktif, dan bermanfaat bagi sesama.
===============================
Informasi Penerimaan Santri Baru T.P. 2025-2026 :
SMAIQ SMAIQ KLIK DISINI
SMPIQ SMPIQ KLIK DISINI
SD IT Tahfidz SDIT Tahfidz KLIK DISINI
SD IT Reguler SDIT Reguler KLIK DISINI
KB IT – TK IT KB-TK KLIK DISINI
////////////
Al Husna Mayong, mengelola :
KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.
////////////
Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 224001000848561
🏦 Bank Negara Indonesia (BNI)
🏧 1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA
Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 Rek. No. 2240-01-006409-53-5
🏢 a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552
////////////
Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id
////////////
———————————————————

0 comments