08
Okt

Nilai-nilai Akhlak Terhadap Pendidik, Guru, Ustaz

Nilai-nilai akhlak terhadap pendidik, guru, ustaz yang mencakup rasa hormat, ketaatan, kesungguhan, dan berprasangka baik, sangat penting dalam pendidikan Islam untuk keberkahan ilmu dan karakter terpuji. Sikap-sikap ini diwujudkan dengan mendengarkan, menghormati, dan mengikuti nasihatnya, menjaga adab di hadapan mereka, serta mendo’akan kebaikan untuk guru.

Akhlak terhadap seorang pendidik, guru, ustaz termaktub dalam Syi‟ir Ngudi Susilo karya KH. Bisri Mustofa, sebagai berikut:

Marang guru kudu tuhu lan ngebakti

Sekabehe printah bagus dituruti

Piwulange ngertenana kanthi ngudi

Nasihate tetepana ingkang merdi

Larangane tebihana kanthi yekti Supaya ing tembe sira dadi mukti

Terjemah: Terhadap guru harus patuh dan berbakti, semua perintahnya yang bagus harus dilaksanakan. Pahamilah pembelajarannya dengan seksama, laksanakan nasehatnya dengan sungguh-sungguh. Jauhi larangan dengan hati-hati, supaya kelak kamu jadi orang yang mulia.

Dijelaskan dalam kutipan syiir di atas tentang akhlak kita terhadap seorang pendidik. Sebagai peserta didik yang baik haruslah patuh akan segala apa yang diperintahkannya sebagai wujud dari berbakti kepadanya. Perintah di sini sudah pasti semua yang baik dan tidak menyalahi norma ataupun syariat Islam. Dengan mendengarkan segala nasihat-nasihat yang baik darinya sebagai bimbingan untuk meraih cita-cita. Memperhatikan ketika pendidik menyampaikan pelajaran dengan seksama, mengambil yang baik dan menjadikan pelajaran untuk hal yang buruk. Sebagai peserta didik harusnya kita sadar bahwa ilmu yang kita miliki ini sebenarnya hanya sebagian kecil saja. ini jelas sebagaimana firman-Nya dalam Q.S. al-Kahfi ayat 109:

“Katakanlah: sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”.

Dijelaskan bahwa sikap saling menghormati sesama manusia merupakan suatu kewajiban setiap muslim kepada saudaranya. Akhlak serta beradab yang baik merupakan kewajiban yang tidak boleh dilupakan bagi seorang peserta didik kepada pendidik. Melihat dari kedudukan seorang pendidik itu sangat mulia, maka sewajarnya mereka dihormati dan dikenang jasanya sepanjang hayat.

Berikut diantara akhlak terhadap pendidik, guru, ustaz:

Menghormati dan Menghargai

Mendengarkan dan Mengikuti Nasihat: Hormati guru dengan mendengarkan baik-baik nasihat dan ajaran mereka, serta taat pada aturan yang telah ditetapkan. 

Membuka Diri untuk Ilmu: Bersikap rendah hati dan tidak merasa lebih baik dari guru, menunjukkan kesediaan untuk belajar dan menerima ilmu dari beliau. 

Menjaga Perkataan dan Sikap: Hindari berbicara terlalu banyak atau membuat gaduh di hadapan guru, dan selalu bersikap sopan. 

Menjaga Adab dan Etika

Berprasangka Baik: Jangan pernah berburuk sangka kepada guru, karena hal ini bisa menutup keberkahan ilmu. 

Mendoakan Kebaikan: Balas kebaikan guru dengan mendoakan kebaikan untuk mereka agar ilmu yang didapatkan berkah dan bermanfaat. 

Menghormati Hak Guru: Berikan hak guru dengan memfokuskan diri untuk memperhatikan ilmu yang disampaikan, bukan hanya asal-asalan. 

Kesungguhan dalam Belajar

Bertujuan Mulia: Belajar dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

Menjaga Keharmonisan: Keharmonisan antara pendidik dan peserta didik adalah komponen penting untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan. 

Keteladanan Guru 

Guru Sebagai Teladan: Guru berperan sebagai teladan karakter, bukan hanya pengajar akademik, dalam menghidupkan spirit akhlak dalam pendidikan Islam.

Pendidikan Karakter: Membangun ekosistem pendidikan yang menekankan pendidikan karakter sebagai inti, bukan hanya tambahan.

Keberkahan Ilmu

Ilmu Tanpa Akhlak Adalah Kegilaan: Ingatlah bahwa ilmu tanpa akhlak adalah kegilaan, sebagaimana diingatkan Imam Al-Ghazali.

Ketersambungan Ilmu: Kebaikan orang tua menghormati guru dapat membawa keberkahan pada keturunan selanjutnya. 

Akhlak kepada pendidik, guru, ustaz adalah cerminan dari adab dan moralitas seorang pelajar dalam Islam. Dengan menghormati dan menghargai guru, kita tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga membangun karakter yang baik. Mengingat pentingnya peran guru dalam pendidikan dan kehidupan, mari kita berusaha untuk selalu menunjukkan akhlak yang baik kepada mereka, sebagai bentuk syukur atas ilmu yang mereka berikan dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan. Dengan demikian, kita berkontribusi pada terciptanya lingkungan belajar yang positif dan produktif.

Ing ngarsa sung tulada Ing madya mangun karsa Tut wuri handayani

===============================

////////////

Al Husna Mayong, mengelola :

KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.

////////////

Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 224001000848561
🏦 Bank Negara Indonesia (BNI)
🏧 1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA

Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 Rek. No. 2240-01-006409-53-5
🏢 a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552

////////////

Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id

////////////

———————————————————