03
Okt

TUTUP AURAT: Identitasmu, Harga Dirimu, Ketaqwaanmu

Menutup aurat adalah kewajiban dalam Islam untuk menjaga dan menutupi bagian tubuh tertentu sesuai dengan ketentuan syariat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kehormatan, kesopanan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Aurat adalah bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang yang bukan mahram, dengan batasan berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Dalam ajaran agama Islam, menutup aurat bagi seorang muslim dan muslimah tidak hanya tentang soal pakaian, tapi juga nilai-nilai, kepercayaan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Menutup aurat bukan hanya sekedar aturan, tapi juga sebuah bentuk ibadah dan penghormatan terhadap agama juga bagian penting dari akhlak Islam yang melindungi kehormatan dan martabat seseorang dalam kehidupan dunia.

Menutup aurat bukan hanya tubuh fisik, tapi juga pikiran, perasaan, dan perilaku yang merupakan cara untuk melindungi diri dari godaan dan mempertahankan kehormatan diri. Hal ini juga mencerminkan sikap hormat terhadap diri sendiri dan orang lain. Dengan begitu, seseorang menunjukkan bahwa ia menghargai martabat dirinya sebagai hamba Allah SWT.

Menutup aurat merupakan salah satu perintah Allah SWT. Hal ini tidak hanya sekadar aturan, tapi juga untuk memperkuat identitas seorang muslim dan muslimah bahwa Pakaianmu adalah Identitasmu, Pakaianmu menunjukkan Harga Dirimu, Pakaianmu mengukur Ketaqwaanmu. Ketika seseorang menutup auratnya, ia menunjukkan bahwa ia memahami dan menerima ajaran Islam secara utuh. Bukan sekedar soal pakaian, tapi ini juga menyangkut kesadaran spiritual.

Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur’an, yang artinya:

Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (Q.S An-Nur 24:31).

Rasulullah SAW pun telah bersabda:

“Ada dua golongan dari penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: … Wanita yang berpakaian tetapi telanjang, mereka cenderung pada maksiat dan membuat orang lain cenderung pada maksiat, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya bisa tercium dari jarak yang sangat jauh.” (HR. Muslim, no. 21280)

Bagi seorang muslim muslimah, menutup aurat bukanlah sekadar menaati aturan, tapi juga sebuah bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Saat seseorang menutup auratnya, berarti ia melakukan tindakan yang menyatukan antara agama dan kehidupan sehari-hari. Ini adalah cara untuk menjaga kesucian dan kemurnian diri dalam menjalani kehidupan di dunia yang penuh dengan godaan.

Menutup aurat juga memperkuat ikatan antara seorang hamba dengan agama dan sesama muslim. Saat seseorang menjaga auratnya, berarti tidak hanya terhubung dengan Allah SWT, tapi juga dengan sesama muslim. Aurat merupakan aspek penting dalam ajaran Islam yang berkaitan dengan kesopanan dan kehormatan. Menjaga aurat bukan hanya tentang mengikuti aturan, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan penghormatan terhadap diri sendiri serta orang lain. Ini adalah bentuk solidaritas dan kesatuan dalam menjaga nilai-nilai Islam. Dengan begitu, menutup aurat bukanlah sekadar tindakan individu, tapi juga sebuah kontribusi dalam membangun hubungan antar sesama yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Batas aurat dalam Islam

Batas anggota tubuh yang dianggap aurat, para ulama’ membedakan antara aurat laki-laki dan perempuan. Secara umum mayoritas ulama’ berpendapat bahwa batasan laki-laki semestinya menutup anggota tubuh antara pusar perut dan kedua lutut kaki.

Sedangkan untuk perempuan, para ulama’ juga berpendapat, perempuan lebih tertutup dari pada laki-laki. Diantaranya, di depan laki-laki yang bukan mahram, aurat perempuan mencakup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan di depan sesama perempuan muslimah, auratnya adalah bagian tubuh yang umumnya terlihat dalam kehidupan sehari-hari, seperti rambut, lengan, atau kaki (dalam batasan tertentu). Apabila di depan mahram laki-laki, batas aurat lebih longgar, seperti rambut atau bagian tubuh tertentu yang bukan termasuk bagian sensitive.

Menutup aurat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam yang memiliki makna mendalam dan penting bagi setiap muslimah. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapan menutup aurat bukan hanya soal mengikuti aturan agama, tetapi juga mencerminkan identitas dan keimanan seorang perempuan muslim.
Menutup aurat tidak sekadar tentang pakaian, tetapi juga tentang menjaga kehormatan, kesopanan, dan martabat diri sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Diantara menutup aurat bagi perempuan sesuai dengan ajaran Islam, antara lain:

Menutup Aurat dengan Pakaian yang Panjang dan Longgar

Menggunakan Kerudung atau Jilbab

Tidak menyerupai Pakaian Laki-laki

Tidak Menggunakan Wewangian atau Parfum yang Kuat

Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-wanita Kafir

Tidak Menggunakan Pakaian yang Ketat

Memilih Warna Pakaian yang Sesuai

Menggunakan Pakaian yang Bersih, Sopan

Menggunakan Pakaian yang Tidak Berbentuk Lekukan Tubuh

Oleh karenanya, Hilangkanlah keraguan dalam hatimu dan kenakanlah pakaian mulia (jilbab)-mu itu. Selain akan membuat hatimu tenang, pakaian kemuliaan itu akan menciptakan lingkungan yang menyejukkan. Janganlah kau biarkan laki-laki menikmati pemandangan yang bukan haq. Pemandangan kotor yang memperkeruh hati dan pikirannya.

Sungguh mengenakan pakaian takwa seperti itu (jilbab) tidak ada yang diuntungkan selain untuk dirimu sendiri. Engkau adalah ibu bagi anak-anakmu. Berikanlah pendidikan akhlak yang mulia dengan penampilanmu yang mulia pula, dengan menampilkan identitas wanita muslimah. Semoga dengan begitu Allah SWT akan memuliakan dirimu, keluargamu dan mengangkat bangsa ini menjadi bangsa yang diridhai-Nya.

Tempuhlah usaha itu dengan menutup aurat, sementara hatimu terus berdo’a kepada-Nya, “Allahummahdini wa saddidni. Allahumma tsabit qolbi ‘ala dinik (Yaa Allah, berilah aku petunjuk dan luruskanlah diriku. Yaa Allah, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu).

===============================

////////////

Al Husna Mayong, mengelola :

KB IT – TK IT – SD IT – SMP IQ – SMA IQ – TPQ – Ponpes Tahfidh Qur’an – Majlis Ta’lim – Al Husna Mabrur – Al Husna Mart – LAZISNA – MADINA.

////////////

Siapkan Infaq terbaikmu Untuk PEMBANGUNAN MASJID BESAR AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 224001000848561
🏦 Bank Negara Indonesia (BNI)
🏧 1544613546
A/N: PANITIA PEMBANGUNAN MASJID AL HUSNA

Salurkan juga Infaq Untuk Dakwah MEDIA AL HUSNA Ke :
🏦 Bank Rakyat Indonesia (BRI)
🏧 Rek. No. 2240-01-006409-53-5
🏢 a/n. MEDIA AL HUSNA
) Konfirmasi Transfer: wa.me/6289621050552

////////////

Youtube : New Al Husna Official
Facebook : YP3 Al Husna Mayong Jepara
Email : yp3alhusna@gmail.com
Website : www.alhusnainternational.sch.id

////////////

———————————————————